Skip to main content

IFTHAR TERAKHIR


Ketika pertama menikmati ifthar

Hasyrat bercepat-cepat Ramadhan ber akhir

Saat ifthar terakhir mendekat Ramadhan serasa terlalu cepat, jentera waktu tergesa berputar

Seperti sirkuit, balapan berujung di permulaan pacuan berakhir di titik start


Di sudut masjid aku berleha

Menatap wajah-wajah cerah penuh gairah

Rona belia yang tetap ceria

Padahal lebih sebulan mereka berkhidmah


Bermula dengan pengajian Mapag Ramadhan

Mereka mengelola program sepenuh bulan


Sebelum kokok ayam terdengar, mereka telah terjaga

Manyiapkan sahur bagi penggiat dan jama’ah yang itikaf sejak hari pertama

Kemudian mengemas mimbar

Dengan kuliah shubuh memulai syi’ar


Seperti yang lainnya, ketika hari mulai berlari

Mereka pun mengenakan seragam menjalani keseharian menuntut ilmu

Di sela jadwal belajar, dengan khidmat duduk melingkar

Daurah dhuha dalam bentuk kajian dan dzikir


manakala terik siang menggeranggang

mereka pulang menjelang program yang kembali terbentang


Sebelum jingga terjaja

Mereka menghampar tadarus senja

Bersama mengeja pelajaran taqwa dari alfa

Berujung dengan buka bersama dalam menu teramat sahaja


Menu berikut adalah tadarus tarawih

Berharap rahmat dan barokah

Menggapai karimah dan maghfirah


Pada masa sekolah mereka masuk kelas dan belajar

Pada saat sekolah libur

Kiprah tidak mengendur


Mengelola pesantren libur Ramadhan

Rayadah penyempurnaan ibadah

Kursus mengurus jenazah

Menjalani pelatihan manajemen dan kepemimpinan

Serta beragam kegiatan yang menebar syi’ar

Seraya melayani jama’ah yang ‘itikaf pada sepuluh hari terakhir


Di ujung Ramadhan mereka masih belum istirah

Masih ada sebongkah kiprah

Mengelola zakat, fithrah dan shadqoh


Besok, selesai shalat shubuh mereka menyebar

Membagikan zakat fithrah kepada orang miskin dan fakir

Dan kembali berkumpul menggemakan takbir

Menegakkan shalat iedul dengan jiwa yang amat jembar


Disini di sudut masjid aku memandang penuh cemburu

Cemburu karena ghirah mereka yang terus membara

Cemburu kepada orangtua mereka yang mendapat nikmat berketurunan anak yang takwa

Cemburu kepada pengurus masjid yang memeberi lahan bagi mereka beraktivita

Cemburu karena aku tak pernah mampu seperti itu

Waj’alhu rabby radhiyya

Taqobalallahu minna waminkum

Selamat iedul fithry.


Dadan Dania DK
Sesepuh PBB Jabar


Comments

Popular posts from this blog

Perseteruan Masyumi dan PKI Menjelang Pemilu 1955