Skip to main content

PBB dan Idealisme

1. Mohammad Natsir mengatakan kepada saya bhw perjuangan politik itu kadang2 seperti menghadapi tembok tebal yg sulit dihancurkan

2. Namun ketika seseorang berjuang, dia melakukan sesuatu di atas suatu dasar pemikiran dan keyakinan

3. Pemikiran dan keyakinan itulah yg dalam bahasa sederhana disebut sebagai ideologi dan sekaligus idealisme

4. Ideologi adalah keyakinan akan sesuatu yang dianggap sebagai kebaikan yg diartikulasikan ke dalam suatu tindakan atau gerakan

5. Di dalamnya terkandung idealisme, sesuatu yg dianggap ideal dan baik yg harus diperjuangkan secara terus menerus

6. Perjuangan takkan pernah berhenti dari zaman ke zaman. Karena setiap zaman akan memunculkan tantangan tersendiri yg memerlukan jawaban

7. Pemimpin lahir dan mati, silih berganti memperjuangan idealisme. Ada kalanya mereka menang. Ada kalanya mereka tewas dan binasa

8. Tak ada kata mengalah dalam memperjuangkan idealisme, walau terkadang banyak pejuang yg kalah dan dikalahkan

9. Natsir dan banyak pengikutnya bisa dikatakan sebagai orang2 yg tak mengenal kata kalah. Namun mereka seringkali dikalahkan

10. Kalah dan menang, terkadang hanyalah soal waktu. Biarlah idealisme itu tetap tersimpan di hati dan pikiran. Suatu ketika dia akan menang

11. Kami adalah orang2 yg percaya bahwa apa yg kami anggap kebenaran pada dasarnya akan tetap tegak dan menang

12. Walau untuk sementara waktu, mungkin saja dia dikalahkan. Namun tetaplah berjuang, apapun yg akan terjadi.

13. Negara ini, Republik Indonesia, adalah negara kita bersama. Kita bisa berbeda visi bagaimana membina dan mengelolanya

14. Saya takkan kehilangan idealisme bagaimana membuat bangsa dan negara ini menjadi lebih baik, walau sering saya berbeda pendapat

15. Saya belajar banyak dari sudut keilmuan untuk menata bangsa dan negara ini. Juga belajar dari banyak pengalaman sulit dalam menanganinya

16. Semuanya itu menjadi bahan pelajaran, bukan buat saya sendiri saja, tetapi juga buat orang lain, generasi yg akan datang

17. Umur manusia sangatlah pendek, umur sebuah bangsa dan negara begitu panjang dan tak terbatas

18. Karena itu, hendaknya setiap orang tdk berpikir untuk sesuatu yang pendek. Mereka harus berpikir tentang kebaikan bangsanya ke depan

19. Pikiran2 seperti itu terkadang gak terpahami kecuali bagi mereka yg mau merenung dalam2

20. Zaman ini banyk orang berpikir instan, cepat dan sederhana, lalu kemudian kehilangan kedalaman dan idealisme

21. Namun, jangan lupakan misi dan tujuan kehidupan kita dlm membangun bangsa dan negara. Kita harus melangkah ke depan..


Prof Dr Yusril Ihza Mahendra SH
Ketua Umum Partai Bulan Bintang

Comments

Popular posts from this blog

Perseteruan Masyumi dan PKI Menjelang Pemilu 1955