Ralfh Nader, seorang pengacara kenamaan Amerika Serikat menyampaikan hal di atas. Bahwa seorang pemimpin yang berhasil bukan yang selalu memunculkan banyak pengikut (follower) baru, tapi yang bisa memunculkan pemimpin baru.
Dalam sebuah Partai Politik pemimpin adalah sosok yang terlalu penting untuk diabaikan. Oleh sebab itu para pendiri Partai Politik harus selalu berpikir melebihi masanya.
Manusia dibatasi oleh umurnya. Ketika sang pemimpin ingin Partai selalu menjadi yang terbaik dalam memberikan manfaat kepada Rakyat, maka dia juga harus memikirkan masa depan setelah ia tak lagi ada di dunia.
Dan ini bukanlah sebuah perkara mudah. Karena sudah banyak Partai yang besar dan tinggi harus kemudian merosot dan tenggelam bersama dengan meninggalnya si pendiri.
Sebenarnya Rasulullah sendiri sudah memikirkan hal ini. Beliau melakukan kaderisasi. Lingkaran-lingkaran kepemimpinan telah beliau bentuk sejak dini. Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali, mereka inilah para sahabat yang telah dipersiapkan jauh-jauh hari.
Maka sebelum beliau meninggal, Abu Bakar telah ditunjuk untuk menjadi pemimpin umat Islam berikutnya. Dan Abu Bakar sebelum meninggal menunjuk Umar bin Khattab sebagai pemimpin umat Islam setelahnya.
Umar bin Khattab kemudian membuat sistem yang memungkinkan umat Islam menentukan terbaik dari yang terbaik dari mereka. Sementara sistem kaderisasinya tetap berjalan untuk mensupport ketersediaan pemimpin-pemimpin baru.
Sekarang giliranmu untuk memimpin sahabat. Dan ketika kau memimpin, ingatlah bahwa salah satu kriteria keberhasilanmu adalah saat kau mampu memunculkan pemimpin baru yang lebih baik dari dirimu.
Wallahu a’lam.
Dalam sebuah Partai Politik pemimpin adalah sosok yang terlalu penting untuk diabaikan. Oleh sebab itu para pendiri Partai Politik harus selalu berpikir melebihi masanya.
Manusia dibatasi oleh umurnya. Ketika sang pemimpin ingin Partai selalu menjadi yang terbaik dalam memberikan manfaat kepada Rakyat, maka dia juga harus memikirkan masa depan setelah ia tak lagi ada di dunia.
Dan ini bukanlah sebuah perkara mudah. Karena sudah banyak Partai yang besar dan tinggi harus kemudian merosot dan tenggelam bersama dengan meninggalnya si pendiri.
Sebenarnya Rasulullah sendiri sudah memikirkan hal ini. Beliau melakukan kaderisasi. Lingkaran-lingkaran kepemimpinan telah beliau bentuk sejak dini. Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali, mereka inilah para sahabat yang telah dipersiapkan jauh-jauh hari.
Maka sebelum beliau meninggal, Abu Bakar telah ditunjuk untuk menjadi pemimpin umat Islam berikutnya. Dan Abu Bakar sebelum meninggal menunjuk Umar bin Khattab sebagai pemimpin umat Islam setelahnya.
Umar bin Khattab kemudian membuat sistem yang memungkinkan umat Islam menentukan terbaik dari yang terbaik dari mereka. Sementara sistem kaderisasinya tetap berjalan untuk mensupport ketersediaan pemimpin-pemimpin baru.
Sekarang giliranmu untuk memimpin sahabat. Dan ketika kau memimpin, ingatlah bahwa salah satu kriteria keberhasilanmu adalah saat kau mampu memunculkan pemimpin baru yang lebih baik dari dirimu.
Wallahu a’lam.
Comments