CIPONGKOR | MEDIA BULAN BINTANG KBB – Nenek Jua (77), warga Kampung Cibogo RT 03/RW 03 Desa Citalem, Kecamatan, Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, sudah cukup lama hidup sebatang kara. Ia tinggal di gubuk reyotnya, yang menjadi satu-satunya tempat berteduh.
Ironisnya, disaat berbagai bantuan dari pemerintah mengalir ke warga terdampak Covid-19, justru Nek Jua terlewatkan.
(4/6/2020).
Untuk makan sehari-hari, Nek Jua hanya mengandalkan bantuan dari tokoh agama dan warga setempat. Agus tidak mengerti penyebab Nek Jua tidak tersentuh bantuan dari pemerintah.
Jika dilihat dari fisik rumahnya saja, maka seharusnya Nek Jua menjadi prioritas utama penyaluran bantuan. “Jangankan untuk perbaikan rumahnya, untuk bantuan sembako saja belum pernah kebagian,” ungkap Agus.
Oleh karena itu, ia mencoba mengetuk para dermawan agar peduli nasib Nek Jua. Agus berharap, ada bantuan untuk memperbaiki rumah Nek Jua yang sudah reyot karena khawatir rumahnya roboh akibat dimakan usia.
“Kalau bisa, saya minta ke Pak Bupati, prioritaskanlah program rutilahu buat Nek Jua dulu. Terus tolong dong bantuan sembakonya, Nek Jua jangan dilewat saja,” pungkas Agus.
Ironisnya, disaat berbagai bantuan dari pemerintah mengalir ke warga terdampak Covid-19, justru Nek Jua terlewatkan.
(4/6/2020).
Untuk makan sehari-hari, Nek Jua hanya mengandalkan bantuan dari tokoh agama dan warga setempat. Agus tidak mengerti penyebab Nek Jua tidak tersentuh bantuan dari pemerintah.
Jika dilihat dari fisik rumahnya saja, maka seharusnya Nek Jua menjadi prioritas utama penyaluran bantuan. “Jangankan untuk perbaikan rumahnya, untuk bantuan sembako saja belum pernah kebagian,” ungkap Agus.
Oleh karena itu, ia mencoba mengetuk para dermawan agar peduli nasib Nek Jua. Agus berharap, ada bantuan untuk memperbaiki rumah Nek Jua yang sudah reyot karena khawatir rumahnya roboh akibat dimakan usia.
“Kalau bisa, saya minta ke Pak Bupati, prioritaskanlah program rutilahu buat Nek Jua dulu. Terus tolong dong bantuan sembakonya, Nek Jua jangan dilewat saja,” pungkas Agus.
Comments