Perkembangan Teknologi Informasi sekarang ini sangat cepat terjadi,siapa pun yang lambat dalam hal teknologi pasti akan tertinggal,melek Tekhnologi adalah sebuah keharusan saat ini karena semua hal yang manusia butuhkan tidak akan pernah lepas dari yang namanya Teknologi begitupun juga sebuah Partai Politik harus menyesuaikan dengan Teknologi dan jangan Tabu Terhadap Perkembangan Zaman.
Sistem kepartaian parpol harus terus-menerus diperbarui sesuai dengan perkembangan teknologi. Dalam rekrutmen kader, misalnya, parpol tidak bisa lagi menggunakan cara manual, tetapi harus berbasis digital. Database partai harus memuat data dan potensi setiap kader. Langkah tersebut sangat efisien dan mempermudah merapikan sistem administrasi partai.
Wujud dari parpol yang modern dan mengikuti perkembangan teknologi juga bisa dilihat dari partisipasi kader memainkan media sosial (medsos) untuk mensosialisaikan program Partai dan aktivitas politik secara konsisten. Medsos tidak hanya dipakai pada momentum kontestasi politik, tetapi juga menjadi dinding informasi bagi publik untuk mengetahui ideologi dan gerakan politik. Dengan begitu, publik akan menilai bahwa kehadiran parpol tidak hanya saat berkepentingan, tetapi juga hadir dalam setiap kehidupan sehari-hari.
Data Kemenkominfo membeberkan, pengguna internet di Indonesia mencapai 63 juta orang dan 95 persennya menggunakan internet untuk mengakses jejaring sosial. Direktur Pelayanan Informasi Internasional Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Selamatta Sembiring menyebutkan, jejaring medsos yang banyak diakses adalah Facebook dan Twitter. Indonesia menempati peringkat keempat pengguna terbesar Facebook setelah USA, Brasil, dan India.
Masyarakat Indonesia yang memiliki atensi sangat besar dalam memainkan medsos harus ditanggapi secara serius oleh seluruh kader Partai Bulan Bintang Khususnya DPP. Fakta tersebut bisa membawa berkah. Pun membawa musibah jika institusi yang mempunyai andil besar seperti parpol tidak ikut serta meramaikan kemajuan teknologi. Karena itu, jangan heran jika sebagian besar masyarakat Indonesia terkena virus hoax dan tipu daya medsos lainnya.
Setiap parpol dituntut untuk mampu membangun mekanisme internal yang modern. Samuel Huntington memandang, pelembagaan parpol adalah proses pemantapan sikap dan perilaku parpol yang terpola atau sistemik sehingga terbentuk budaya politik yang mendukung prinsip-prinsip dasar sistem demokrasi. Kondisi kepartaian seperti itu tidak akan terwujud apabila tidak dilakukan upaya serius untuk memperbaikinya.
Sistem kepartaian parpol harus terus-menerus diperbarui sesuai dengan perkembangan teknologi. Dalam rekrutmen kader, misalnya, parpol tidak bisa lagi menggunakan cara manual, tetapi harus berbasis digital. Database partai harus memuat data dan potensi setiap kader. Langkah tersebut sangat efisien dan mempermudah merapikan sistem administrasi partai.
Wujud dari parpol yang modern dan mengikuti perkembangan teknologi juga bisa dilihat dari partisipasi kader memainkan media sosial (medsos) untuk menyosialisaikan Visi Misi Partau dan aktivitas politik secara konsisten.Medsos tidak hanya dipakai pada momentum kontestasi politik, tetapi juga menjadi dinding informasi bagi publik untuk mengetahui ideologi dan gerakan politik. Dengan begitu, publik akan menilai bahwa kehadiran parpol tidak hanya saat berkepentingan, tetapi juga hadir dalam setiap kehidupan sehari-hari.
Oleh Karena saya sebagai Kader Partai Bulan Bintang yang ada di Grassroot dan sebagai Pemerhati Sosial Politik Menyakini amat sangat Perlu PBB hari ini untuk mengikuti apa yang Masyarakat mau yang di Era Revolusi 4.0 ini semua akses Informasi ada dalam Genggaman ( Gadget ) apalagi kalau memang ke depannya sasaran Pemilih PBB itu dari Kalangan Milenial yang mereka setiap harinya tak terlepas dari Android.Yang mana nantinya orang kalau menginginkan Informasi tentang PBB tidak harus capek mencari Sekretariat tetapi cukup buka Playstore dan Download Aplikasi PBB dan didalam Aplikasi tersebut Komplit semua Informasi yang orang Butuhkan.
Sistem kepartaian parpol harus terus-menerus diperbarui sesuai dengan perkembangan teknologi. Dalam rekrutmen kader, misalnya, parpol tidak bisa lagi menggunakan cara manual, tetapi harus berbasis digital. Database partai harus memuat data dan potensi setiap kader. Langkah tersebut sangat efisien dan mempermudah merapikan sistem administrasi partai.
Wujud dari parpol yang modern dan mengikuti perkembangan teknologi juga bisa dilihat dari partisipasi kader memainkan media sosial (medsos) untuk mensosialisaikan program Partai dan aktivitas politik secara konsisten. Medsos tidak hanya dipakai pada momentum kontestasi politik, tetapi juga menjadi dinding informasi bagi publik untuk mengetahui ideologi dan gerakan politik. Dengan begitu, publik akan menilai bahwa kehadiran parpol tidak hanya saat berkepentingan, tetapi juga hadir dalam setiap kehidupan sehari-hari.
Data Kemenkominfo membeberkan, pengguna internet di Indonesia mencapai 63 juta orang dan 95 persennya menggunakan internet untuk mengakses jejaring sosial. Direktur Pelayanan Informasi Internasional Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Selamatta Sembiring menyebutkan, jejaring medsos yang banyak diakses adalah Facebook dan Twitter. Indonesia menempati peringkat keempat pengguna terbesar Facebook setelah USA, Brasil, dan India.
Masyarakat Indonesia yang memiliki atensi sangat besar dalam memainkan medsos harus ditanggapi secara serius oleh seluruh kader Partai Bulan Bintang Khususnya DPP. Fakta tersebut bisa membawa berkah. Pun membawa musibah jika institusi yang mempunyai andil besar seperti parpol tidak ikut serta meramaikan kemajuan teknologi. Karena itu, jangan heran jika sebagian besar masyarakat Indonesia terkena virus hoax dan tipu daya medsos lainnya.
Setiap parpol dituntut untuk mampu membangun mekanisme internal yang modern. Samuel Huntington memandang, pelembagaan parpol adalah proses pemantapan sikap dan perilaku parpol yang terpola atau sistemik sehingga terbentuk budaya politik yang mendukung prinsip-prinsip dasar sistem demokrasi. Kondisi kepartaian seperti itu tidak akan terwujud apabila tidak dilakukan upaya serius untuk memperbaikinya.
Sistem kepartaian parpol harus terus-menerus diperbarui sesuai dengan perkembangan teknologi. Dalam rekrutmen kader, misalnya, parpol tidak bisa lagi menggunakan cara manual, tetapi harus berbasis digital. Database partai harus memuat data dan potensi setiap kader. Langkah tersebut sangat efisien dan mempermudah merapikan sistem administrasi partai.
Wujud dari parpol yang modern dan mengikuti perkembangan teknologi juga bisa dilihat dari partisipasi kader memainkan media sosial (medsos) untuk menyosialisaikan Visi Misi Partau dan aktivitas politik secara konsisten.Medsos tidak hanya dipakai pada momentum kontestasi politik, tetapi juga menjadi dinding informasi bagi publik untuk mengetahui ideologi dan gerakan politik. Dengan begitu, publik akan menilai bahwa kehadiran parpol tidak hanya saat berkepentingan, tetapi juga hadir dalam setiap kehidupan sehari-hari.
Oleh Karena saya sebagai Kader Partai Bulan Bintang yang ada di Grassroot dan sebagai Pemerhati Sosial Politik Menyakini amat sangat Perlu PBB hari ini untuk mengikuti apa yang Masyarakat mau yang di Era Revolusi 4.0 ini semua akses Informasi ada dalam Genggaman ( Gadget ) apalagi kalau memang ke depannya sasaran Pemilih PBB itu dari Kalangan Milenial yang mereka setiap harinya tak terlepas dari Android.Yang mana nantinya orang kalau menginginkan Informasi tentang PBB tidak harus capek mencari Sekretariat tetapi cukup buka Playstore dan Download Aplikasi PBB dan didalam Aplikasi tersebut Komplit semua Informasi yang orang Butuhkan.
Wassalamualaikum wr.wb
Lutfi Nurwahid S.Pd.I
Kader Bulan Bintang Kab.Bandung Barat
Comments