Skip to main content

JANGAN MENGAKU "SAYA CINTA NKRI"JIKA TIDAK MENGENAL MOHAMMAD NATSIR


MOHAMMAD NATSIR sang PENDIRI NKRI dengan MOSI INTEGRALnya

"NKRI itu lahir setelah 5 tahun INDONESIA MERDEKA,”

Mohammad Natsir lahir di Alahan Panjang, Lembah Gumanti, Solok, Sumatera Barat, 17 Juli 1908, dengan gelar Datuk Sinaro Panjang. Ia adalah perdana menteri kelima Republik Indonesia. Ia juga pendiri sekaligus pemimpin partai politik Masyumi dan salah seorang tokoh Islam terkemuka di Indonesia.
Namun PARTAI sehebat MASYUMI ini dibubarkan oleh SOEKARNO karna hasutan KOMUNIS.

(Mohammad Hatta) : "Mosi Integral Natsir ini bagaikan proklamasi kedua bagi Indonesia setelah proklamasi pertama yang dilakukan pada 17 Agustus 1945"

Namun, jasa-jasa Natsir sebagai pencetus berdirinya NKRI nyatanya tidak begitu saja dihargai oleh bangsa ini. Pada zaman pemerintahan Presiden Soekarno, Natsir pernah dijebloskan ke dalam jeruji besi karena melakukan kritik terhadap pemerintah.

“Beliau (Natsir) pernah dipenjara di zaman Orde Lama itu sekitar 4 tahun lebih karena mengkritik Orde Lama ketika Presiden RI Bung Karno bermain mata dengan Partai Komunis Indonesia,”

Kala itu Natsir dengan beberapa tokoh lain seperti Sutan Sjahrir hingga Mukhtar Lubis mengkritik pemerintah karena dianggap telah menjalin persekongkolan dengan PKI. Selain itu gaya kepemimpinan SOEKARNO dinilai OTORITER dan berbahaya bagi kebebasan berdemokrasi.

Ketika pemerintahan sudah berganti rezim dari Orde Lama ke Orde Baru, nasib Natsir tidak begitu berubah. Di era Orde Baru, hak-hak Natsir masih saja dikebiri oleh pemerintah. Ia dibatasi ruang geraknya bahkan dicegah pergi ke luar negeri. 

Padahal jika berkaca kepada sejarah, baik di era Orde Lama maupun Orde Baru Natsir memiliki sumbangsih yang besar terhadap negeri ini. Sebut saja ketika muncul ketegangan antara Indonesia dengan Malaysia di era Orde Baru, Natsir menjadi aktor di balik perdamaian dua negara ini.

Karena Natsir terbukti berhasil menyakinkan Perdana Menteri Malaysia kala itu, Tun Abdul Razak agar membangun hubungan baik dengan Indonesia.

Segala bentuk kritik yang keluarkan oleh Natsir di era Orde Lama dan Orde Baru merupakan bentuk kasih sayangnya kepada NKRI, sehingga sudah sepatutnya segala jasa-jasanya dihargai oleh bangsa ini.

"Oleh karena itulah, kita harus berdamai dengan sejarah, dan sejarah harus juga jujur melihat bagaimana jasa Natsir begitu besar terhadap Republik ini,”

Karir M.NATSIR
- Perdana Menteri Ke-5 Indonesia
- Wakil Ketua KNIP (Komite Nasional Indonesia   Pusat)
- Presiden Liga Muslim se-Dunia (World-Moslem Congress)
- Ketua Dewan Masjid se-Dunia
- Dewan Eksekutif Rabithah Alam Islami
- Pendiri Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia

Comments

Popular posts from this blog

Perseteruan Masyumi dan PKI Menjelang Pemilu 1955